Perang tarif memanas, China: Amerika Serikat minta negosiasi dalam Swiss

Beijing – Wakil Pertama Menteri He Lifeng kan bertemu dengan Menteri Keuangan Amerika Serikat Scott Bessent di dalam Swiss sebagai negosiasi awal penyelesaian peperangan tarif antara dua negara besar tersebut.
"Baru-baru ini, Amerika Serikat berulang kali mengutarakan ingin berunding dengan China. Pertemuan ini diminta oleh pihak AS," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Lin Jian pada konferensi pers dalam Beijing pada Rabu.
Dalam rilis yang dimaksud disampaikan Kementerian Luar Negeri China sebelumnya disebutkan Wakil Awal Menteri He Lifeng akan mengunjungi Swiss pada 9-12 Mei 2025 berhadapan dengan undangan pemerintah Swiss. Selama kunjungannya ke Swiss, Wakil PM He Lifeng yang dimaksud bertanggung jawab menghadapi urusan sektor ekonomi juga perdagangan China-AS, akan mengadakan pertarungan dengan pejabat Amerika Serikat yang tersebut bertanggung jawab berhadapan dengan urusan Keuangan, Scott Bessent.
Selanjutnya ada 12-16 Mei 2025, Wakil PM He akan ke Prancis untuk berubah menjadi ketua bersatu pada Dialog Sektor Bisnis dan juga Keuangan Derajat Tinggi China-Prancis ke-10.
"China dengan tegas menentang kenaikan tarif AS. Tempat ini terus tidaklah berubah," kata Lin Jian.
Namun, ucap Lin Jian, China terbuka untuk berdialog yang digunakan harus didasarkan pada kesetaraan, rasa hormat, dan juga saling menguntungkan.
"Menekan atau memaksa China dengan cara apa pun tidaklah akan berhasil. Kami akan dengan tegas melindungi kepentingan sah kami serta menegakkan keadilan serta kewajaran internasional," tambah Lin Jian.
Lin Jian juga menyampaikan sektor ekonomi China pada waktu ini tetap stabil meskipun terkena tarif timbal balik dari AS.
"Tidak ada guncangan eksternal yang dapat mengubah fundamental ekonomi China dengan fondasi yang mana stabil, punya sejumlah keunggulan, ketahanan yang mana luar biasa, serta prospek yang mana besar," ujar Lin Jian.
AS, kata Lin Jian, juga tak dapat mengubah tren kemajuan China yang dimaksud konsistensi di mengejar konstruksi berkualitas tinggi.
"China sangat tangguh dalam bawah tekanan kemudian mempunyai perangkat lengkap untuk mempertahankan hak juga kepentingan sah kami, kemudian siap bekerja dengan komunitas internasional untuk menentang unilateralisme, proteksionisme dan juga menjaga sistem perdagangan multilateral juga menegakkan keadilan serta kesetaraan internasional," jelas Lin Jian.
Lin Jian juga mengumumkan sikap China terhadap tarif tidaklah berubah meskipun sebelumnya China mengaku enggan untuk berunding dengan Amerika Serikat tanpa Negeri Paman Sam tambahan dulu menghapuskan tarif timbal balik.
"Tidak ada pembaharuan di kedudukan China. Perang tarif ini dimulai oleh Negeri Paman Sam lalu apabila solusi yang tersebut dinegosiasikan benar-benar diinginkan AS, Negeri Paman Sam harus berhenti mengancam lalu memberikan tekanan, dan juga mengupayakan dialog dengan Tiongkok menghadapi dasar kesetaraan, rasa hormat, kemudian saling menguntungkan," kata Lin Jian.
China, menurut Lin Jian akan masih mempertahankan aturan WTO lalu sistem perdagangan multilateral.
Namun mengenai hal-hal spesifik tentang reuni Wakil PM He tersebut, Lin Jian belum mau menyebutkan secara detail.
Pemerintahan Donald Trump mengenakan tarif hingga 245 persen melawan barang-barang impor dari China. Rinciannya adalah tarif timbal balik sebesar 125 persen, tarif 20 persen terkait kesulitan fentanil, serta tarif "Section 301" melawan barang-barang tertentu, antara 7,5 hingga 100 persen.
Sedangkan China pada 11 April 2025 sudah ada mengumumkan penerapan tarif impor sebesar 125 persen untuk barang-barang Amerika Serikat atau naik dari tadinya 84 persen. Tindakan yang dimaksud merupakan respon dari penerapan tarif 125 persen yang mana ditetapkan Presiden Trump pada 10 April untuk barang-barang jika China.
Trump sudah ada memberi negara-negara lain jeda tarif selama 90 hari hingga 8 Juli 2025, lantaran para pemimpin negara yang dimaksud berjanji untuk bernegosiasi dengan AS, meskipun China permanen berubah menjadi pengecualian.
Beijing juga menerapkan langkah-langkah sektor ekonomi lainnya sebagai wujud pernyataan untuk "berjuang sampai akhir" seperti dengan membatasi ekspor mineral tanah jarang dan juga mengajukan beberapa tuntutan perkara terhadap Negeri Paman Sam di Organisasi Perdagangan Planet (WTO).
Berdasarkan laman Perwakilan Dagang AS, total nilai perdagangan Amerika Serikat kemudian China pada 2024 mencapai 582,4 miliar dolar AS. Ekspor barang Negeri Paman Sam ke China mencapai 143,5 miliar dolar Amerika Serikat sedangkan ekspor China ke Negeri Paman Sam mencapai 438,9 miliar dolar Negeri Paman Sam sehingga Amerika Serikat mengalami defisit perdagangan barang dengan China mencapai 295,4 miliar dolar AS.
Artikel ini disadur dari Perang tarif memanas, China: AS minta negosiasi di Swiss






