Bisnis

PGN: Jargas bantu substitusi impor LPG nonsubsidi 83,5 jt kilogram

Bandung, Jawa Barat – PT Pertamina Gas Negara (PGN) menyampaikan acara jaringan gas untuk rumah tangga (jargas) akan secara dengan segera menghurangi defisit keuangan kemudian subtitusi impor Liquified Petroleum Gas (LPG) nonsubsidi, yakni sebesar 83,5 jt kilogram per tahun.

 

 

"Melalui adanya konversi LPG ke Jargas RT-1 lalu RT-2 sesuai pelanggan eksisting, diharapkan dapat memperbaiki current account deficit pemerintah melalui pengurangan impor pemerintah sebesar 83,5 jt kilogram LPG nonsubsidi per tahunnya," ujar Senior Expert Lokal Sales SOR II PGN Yudi Arianto di Bandung, Senin.

Adapun berdasarkan nilai subsidi LPG 3 kilogram yang sebesar Rp10.667 per kilogram, melalui konversi ke pengembangan jargas, disampaikan Yudi, akan segera diperoleh penghematan biaya subsidi sebesar Rp39,5 miliar per bulan atau Rp474 miliar per tahun. Hal yang disebutkan didapat berdasarkan data 817.000 sambungan rumah tangga jargas yang dimaksud merupakan pelanggan berpartisipasi PGN.

Sementara itu, pihaknya memproyeksikan dari setiap 1 jt pelanggan yang dimaksud menggunakan jargas, mungkin mengakomodasi tenaga kerja sebanyak 83 ribu orang.

Lebih lanjut, selain mendatangkan faedah terhadap stabilitas perekonomian negara, jargas juga memberikan kegunaan terhadap masyarakat, seperti praktis pada penggunaan, tersedia 24 jam, nyaman, kemudian minim risiko.

Di sisi lain, Yudi mengatakan, perkembangan jaringan gas rumah tangga, dikerjakan berdasarkan Nawa Cita Presiden Joko Widodo (Jokowi), kegiatan strategis nasional, rencana umum konstruksi energi nasional sebesar 4,7 jt sambungan di tahun 2025, juga Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2020-2024 sejumlah 4 jt sambungan.

Sebelumnya, PT Pertamina Gas Negara Tbk (PGN) mendirikan jaringan gas (jargas) GasKita lebih lanjut dari 6.000 sambungan rumah tangga di dalam Semarang serta DI Yogyakarta dengan melibatkan PT Kian Santang Muliatama (KSM) sebagai pelaksana pembangunan.

Di sisi lain, PGN berjanji menyelesaikan target nasional pengerjaan jargas untuk rumah tangga atau GasKita sejumlah 117.000 sambungan pada 2024 serta 200.000 sambungan pada 2025.

Artikel ini disadur dari PGN: Jargas bantu substitusi impor LPG nonsubsidi 83,5 juta kilogram

Related Articles

Back to top button