Pengelolaan Berkelanjutan, PLN Kembangkan PLTP Kamojang Jadi Green Hydrogen Plant

JAKARTA – PT PLN (Persero) melalui sub holding PLN Indonesia Power terus berjanji melakukan pengelolaan pembangkit listrik ramah lingkungan secara berkelanjutan yang digunakan salah satunya diwujudkan melalui Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Kamojang, Wilayah Bandung, Jawa Barat. Tak cuma memproduksi listrik bersih, PLTP Kamojang juga menjadi produsen hidrogen hijau melalui Green Hydrogen Plant (GHP).
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo menyatakan, bahwa PLN terus berinovasi untuk mengembangkan energi ramah lingkungan sejalan dengan pencapaian target net zero emissions (NZE) pada tahun 2060. Hal ini salah satunya dibuktikan dengan pengembangan proyek strategis seperti Green Hydrogen Plant yang dimaksud diharapkan dapat menjadi salah satu solusi energi berkelanjutan di area masa depan.
“Sebagai bagian dari komitmen jangka panjang untuk memperkuat pencapaian net zero emissions pada 2060, PLN fokus pada pengembangan inisiatif energi hijau, termasuk proyek Green Hydrogen Plant yang tersebut bertujuan menguatkan transisi menuju energi berkelanjutan,” ungkap Darmawan dalam PLTP Kamojang di area Garut, Jawa Barat, Rabu (4/9/2024).
Dengan perkembangan teknologi yang pesat, PLN IP terus berinovasi di memanfaatkan energi baru terbarukan. GHP ini merupakan yang dimaksud ke-22 yang dimaksud dibangun oleh PLN juga akan memasok hidrogen hijau ke Hydrogen Refueling Station (HRS) Senayan.
Hidrogen hijau yang diproduksi pada GHP Kamojang dihasilkan dari air kondensasi pada proses produksi listrik di dalam PLTP Kamojang. Beroperasi sejak tahun 1982, PLTP Kamojang memanfaatkan prospek alam merupakan uap panas bumi terbaik di tempat dunia untuk menciptakan listrik bersih.
Prestasi ini menjadikan PLTP Kamojang sebagai pembangkit listrik pertama milik PLN Group yang dimaksud mendapatkan sertifikasi Renewable Energy Certificate (REC) sejak tahun 2021.
Terletak dalam Desa Laksana, Kecamatan Ibun, Daerah Bandung, Jawa Barat, PLTP Kamojang mampu memunculkan daya listrik sebesar 140 MW, yang dimaksud digunakan untuk memenuhi keperluan listrik di tempat Region 2 Jawa Barat.
Senior Manager UBP Kamojang, Ibnu Agus Santosa mengatakan, bahwa langkah ini menandai komitmen PLN untuk terus mengembangkan energi baru terbarukan guna menyokong kelestarian lingkungan serta mencapai target NZE.
“Dengan adanya GHP di tempat PLTP Kamojang ini kami berharap bisa saja menjadi perubahan yang tersebut terus mengalami perkembangan di menghasilkan kembali barang ramah lingkungan serta menjadi salah satu Beyond kWh dari PLN Group, From Green to Greener,” ujar Ibnu.






