PAN Tidak Ingin Memaksakan Ridwan Kamil ke Pilgub Ibukota Indonesia
Jakarta – Sekretaris Jenderal Partai Amanat Nasional, Eddy Soeparno, mengemukakan partainya bukan memaksa Golkar agar Ridwan Kamil agar forward pada pemilihan gubernur Ibukota Indonesia alih-alih Jawa Barat.
Eddy Soeparno mengatakan sampai ketika ini belum ada langkah di antara Koalisi Indonesia Maju siapa yang mana akan diusung di dalam Pilgub Jawa Barat. Meskipun Golkar kukuh menempatkan pria yang dimaksud disapa Kang Emil di Jawa Barat.
“Tidak ada kata menolak atau menerima dikarenakan segala sesuatu itu kita mengambil keputusan secara konsensus. Jadi tidaklah ada itu, kita hanya saja menganjurkan, merekomendasikan. Kita menghormati Golkar, tentu kita tidaklah boleh menolak, memaksakan apalagi,” kata Eddy ketika dihubungi Tempo, Ahad, 21 Juli 2024.
Eddy memaparkan PAN, Gerindra lalu Golkar sedang mendiskusikan formula yang mana akan disepakati KIM untuk Pilgub Jawa Barat. Ia mengutarakan sah-sah sekadar apabila partai kebijakan pemerintah KIM mengusung calon per individu di dalam Pemilihan Kepala Daerah Jawa Barat. Namun PAN berharap agar KIM terus solid pada pilkada, khususnya ke Jawa Barat.
“Menurut saya sah-sah sekadar sebab itu per individu keinginan partai, khususnya partai yang mana mau forward dalam pemilihan gubernur. Tetapi ini kan tindakan sama-sama yang ingin kita capai,” tutur Eddy.
Tiga partai Koalisi Negara Indonesia Maju mengusung calon yang digunakan berbeda untuk forward di dalam Pilgub Jawa Barat. Golkar mengusung Ridwan Kamil. Sedangkan Gerindra menjagokan Dedi Mulyadi dan juga PAN mengusung Bima Arya Sugiarto.
Ridwan Kamil yang merupakan calon gubenur inkumben Jawa Barat berpeluang menang jikalau diusung kembali. Golkar sudah pernah menugaskan Ridwan Kamil untuk maju antara Jawa Barat dan juga Jakarta. Belakangan, Golkar lebih banyak condong menempatkan Kang Emil dalam Jawa Barat. Sementara PAN dan juga Gerindra disebut ingin agar Ridwan Kamil di Ibukota Indonesia untuk memuluskan Dedi Mulyadi.
Ketua Dewan Pimpinan Daerah Golkar Jawa Barat, Ace Hasan Syadzily, menyatakan Ridwan Kamil lebih besar realistis maju di dalam Jawa Barat dibandingkan dengan DKI Jakarta apabila meninjau survei lalu elektabilitasnya.
“Memang di Jawa Barat tidak ada ada nama lain selain Pak Ridwan Kamil,” kata Ace ketika dihubungi Tempo, Ahad, 21 Juli 2024.
Berdasarkan sigi Litbang Kompas, elektabilitas Ridwan Kamil di dalam Pilgub Ibukota Indonesia memang benar masih relatif rendah. Ridwan Kamil hanya sekali mendapatkan kata-kata 8,5 persen pada survei Litbang Kompas dikerjakan pada periode 15-20 Juni 2024. Posisinya berada di peringkat tiga atau di dalam bawah Anies Baswedan dengan elektabilitas 29,8 persen kemudian Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dengan 20 persen.
Sementara ke Jawa Barat, Ridwan Kamil terus-menerus unggul di dalam berubah-ubah survei. Saiful Mujani Research and Consulting atau SMRC juga mendapati Ridwan Kamil masih berjaya di sigi simulasi yang tersebut dikerjakan pada periode 9 Juni-11 Juli 2024.
Direktur Eksekutif SMRC, Deni Irvani, memaparkan Ridwan Kamil mendapatkan 50,6 persen kata-kata dari para kontestan survei. Disusul Dedi Mulyadi di kedudukan kedua dengan 25,1 persen suara.
“Bila pemilihan gubernur Jawa Barat diadakan pada saat survei diwujudkan pada 9 Juni-1 Juli 2024, Ridwan Kamil berpeluang paling besar untuk menang,” kata Deni pada keterangan pers daring pada Sabtu, 13 Juli 2024.
Indikator Politik Nusantara juga melakukan survei elektabilitas calon gubernur Jawa Barat pada 20-27 Juni 2024. Direktur Eksekutif Lembaga Survei Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi, menyatakan pada simulasi 6 nama calon gubernur, Ridwan Kamil menduduki sikap teratas dengan 45,6 persen disusul Dedi Mulyadi dengan 34,7 persen. Lalu, ada nama Dede Yusuf sebesar 7,1 persen. Kemudian, Bima Arya Sugianto sebesar 2, 5 persen, Ono Surono sebesar 1,3 persen, serta Ilham Akbar Habibie sebesar 0,8 persen.
Saat nama Ridwan tak disodorkan di survei, Dedi Mulyadi mampu menempati kedudukan teratas. Pada simulasi 3 nama, Dedi Mulyadi (67,5 persen) mengungguli Dede Yusuf (17,8 persen) dan juga Haru Suandharu (1,2 persen). Dedi Mulyadi juga menempati tempat teratas pada waktu dihadapkan dengan Bima Arya juga Ilham Akbar.
“Kalau Ridwan Kamil tidak ada dimasukan, pendukung Ridwan akan memilih Dedi Mulyadi,” kata Burhanuddin Muhtadi pada konferensi pers, Kamis, 4 Juli 2024.
Artikel ini disadur dari PAN Tidak Ingin Memaksakan Ridwan Kamil ke Pilgub Jakarta




