Kumpulan doa ziarah kubur

DKI Jakarta – Ziarah kubur umumnya dilaksanakan untuk menengok tempat peristirahatan terakhir khalayak terdekat seperti sanak saudara, sahabat ataupun pasangan yang digunakan telah lebih lanjut dahulu pergi. Hal utama yang tersebut dilaksanakan pada waktu berkunjung ke makam atau ziarah kubur pastinya membacakan doa-doa untuk mendiang.
Doa ziarah kubur banyak jenisnya, sesuai dengan apa yang dituju, seperti mendoakan kedua pemukim tua, mendoakan adik atau kakak yang tersebut telah tiada, mendoakan anak, serta sebagainya. Lalu bagaimana bacaan doa ziarah kubur yang dimaksud dibaca Rasulullah?
Dalam Shahih Muslim dipaparkan bahwa setiap kali mengundurkan diri dari rumah pada akhir di malam hari menuju Baqi’ (makam para sahabat ke Madinah yang tersebut saat ini berubah menjadi makam Rasulullah sendiri), Rasulullah menyapa penduduk makam dengan kalimat berikut:
السَّلامُ عَلَيْكُمْ دَارَ قَوْمٍ مُؤْمِنينَ وَأتاكُمْ ما تُوعَدُونَ غَداً مُؤَجَّلُونَ وَإنَّا إنْ شاءَ اللَّهُ بِكُمْ لاحقُونَ
Assalâmu‘alaikum dâra qaumin mu’minîn wa atâkum mâ tû‘adûn ghadan mu’ajjalûn, wa innâ insyâ-Allâhu bikum lâhiqûn
Artinya: Assalamu’alaikum, hai tempat bersemayam kaum mukmin. Telah datang terhadap kalian janji Tuhan yang dimaksud sempat ditangguhkan besok, serta kami insyaallah akan menyusul kalian.
Setelah membaca salam ini, Rasulullah melanjutkannya dengan mendoakan “Ya Allah, ampunilah orang-orang yang disemayamkan di Baqi’.” Doa ini bisa jadi diganti dengan memohonkan ampun untuk para ahli kubur tempat peziarah berkunjung.
Dalam Al-Adzkâr, Imam Nawawi menyatakan bahwa para peziarah disunnahkan untuk memperbanyak baca Al-Qur'an, dzikir, kemudian doa untuk penghuni kubur yang tersebut diziarahi serta seluruh umat Islam yang sudah meninggal dunia. Ziarah dianjurkan dilaksanakan sesering kemungkinan besar serta diutamakan ke kuburan orang-orang sholeh.
Doa untuk khalayak tua
Berikut ini adalah beberapa jumlah lafal yang dapat dibaca seseorang untuk mendoakan kedua warga tuanya yang digunakan sudah ada tiada.
رَبِّ اغْفِرْ لِيْ وَلِوَالِدَيَّ وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِيْ صَغِيْرَا
Rabbighfir lī, wa li wālidayya, warham humā kamā rabbayānī shaghīrā.
Artinya: Tuhanku, ampunilah dosaku serta (dosa) kedua penduduk tuaku. Sayangilah keduanya sebagaimana keduanya menyayangiku ke waktu aku kecil.
Doa memohon ampun
Selanjutnya, berikut ini adalah doa untuk permohonan ampunan yang digunakan diajukan untuk Allah untuk umat Islam secara umum, khususnya untuk kedua khalayak tua, guru, merekan yang digunakan berjasa di hidup, serta dia yang mana mempunyai hak tertentu menghadapi seseorang yang belum sempat terselesaikan lantaran beberapa hal.
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ مِنْ مَشَارِقِ الْاَرْضِ إِلَى مَغَارِبِهَا بَرِّهَا وَبَحْرِهَا، خُصُوْصًا إِلَى آبَاءِنَا وَاُمَّهَاتِنَا وَأَجْدَادِنَا وَجَدَّاتِنَا وَأَسَاتِذَتِنَا وَمُعَلِّمِيْنَا وَلِمَنْ أَحْسَنَ إِلَيْنَا وَلِأَصْحَابِ الحُقُوْقِ عَلَيْنَا
Allāhummaghfir lil muslimīna wal muslimāt, wal mukminīna wal mukmināt, al-ahyā’i minhum wal amwāt, min masyāriqil ardhi ilā maghāribihā, barrihā wa bahrihā, khushūshan ilā ābā’inā, wa ummahātinā, wa ajdādinā, wa jaddātinā, wa asātidzatinā, wa mu‘allimīnā, wa li man ahsana ilainā, wa li ashhābil huquqi ‘alaynā.
Artinya: Ya Allah, ampunilah mukminin, mukminat, muslimin, muslimat, yang dimaksud masih hidup, yang telah lama wafat, yang tersebar dari timur hingga barat, di dalam darat kemudian ke laut, khususnya bapak, ibu, kakek, nenek, ustadz, guru, merekan yang tersebut sudah pernah berbuat baik terhadap kami, lalu mereka itu yang dimaksud masih mempunyai hak terhadap kami.
Doa memohon rahmat juga syafaat
Doa ini dapat dibaca sebagai permohonan rahmat, syafaat, juga ampunan bagi dia yang tersebut bersyahadat secara umum.
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُمْ وَارْحَمْهُمْ وَعَافِهِمْ وَاعْفُ عَنْهُمْ. اللَّهُمَّ اَنْزِلِ الرَّحْمَةَ وَالْمَغْفِرَةَ وَالشَّفَاعَةَ عَلَى أَهْلِ الْقُبُوْرِ مِنْ أَهْلِ لَاالَهَ اِلَّا اللهُ مُحَمَّدٌ رَّسُوْلُ اللهِ.
Allāhummaghfir lahum, warhamhum, wa ‘āfihim, wa‘fu ‘anhum. Allāhumma anzilir rahmata, wal maghfirata, was syafā’ata ‘alā ahlil qubūri min ahli lā ilāha illallāhu Muhammadun rasūlullāh.
Artinya: Ya Allah, berikanlah ampunan, kasih sayang, afiat, lalu maaf untuk mereka. Ya Allah, turunkanlah rahmat, ampunan, syafa’at bagi ahli kubur penganut dua kalimat syahadat.
Doa penutup
Doa untuk kedua pemukim tua yang mana telah terjadi meninggal ada baiknya ditutup dengan doa sapu jagad, shalawat nabi, dan juga pembacaan Surat Al-Fatihah.
رَبَّنَا آتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً، وَفِى الْآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ، سًبْحَانَ رَبَّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ، وَسَلَامٌ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَ، وَصَلَّى اللهُ علَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ وَالْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَلَمِيْنَ. اَلْفَاتِحَةْ …
Rabbanā ātina fid duniā hasanah, wa fil ākhirati hasanah, wa qinā ‘adzāban nār. Subhāna rabbika rabbil ‘izzati ‘an mā yashifūna, wa salāmun ‘alal mursalīna, wa shallallāhu ‘alā sayyidinā Muhammadin, wa ‘alā ālihī, wa shahbihī, wa sallama, wal hamdulillāhi rabbil ‘alamīn. Al-Fatihah.
Artinya: Tuhan kami, berikanlah kami kebaikan pada planet lalu kebaikan ke akhirat. Lindungi kami dari siksa api neraka. Maha suci Tuhanmu, Tuhan pemilik kemuliaan, dari segala yang mereka gambarkan. Semoga kesejahteraan melimpah untuk para rasul. Semoga Allah melimpahkan shalawat dan salam terhadap Nabi Muhammad saw, keluarga, lalu sahabatnya. Segala puji bagi Allah, Tuhan sekalian alam (baca Surat Al-Fatihah).
Demikian rangkuman bacaan doa ziarah kubur sesuai dengan yang dibacakan oleh Nabi Muhammad SAW. Semoga orang-orang terdekat yang telah dilakukan mendahului kita terus-menerus pada ampunannya kemudian ditempatkan dalam tempat terbaik seraya mendapatkan rahmat juga syafaat-nya.
Artikel ini disadur dari Kumpulan doa ziarah kubur






