Nasional

Satgas BLBI Diminta Kembalikan Uang Negara dari Obligor Nakal

JAKARTA – Satuan Tugas Penanganan Hak Tagih Negara Dana Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (Satgas BLBI) dituntut bekerja lebih lanjut fokus kemudian tepat sasaran guna mengatasi uang negara dari para obligor nakal.

Pengamat hukum Hardjuno Wiwoho memohonkan Satgas BLBI terus menjaga komitmennya pada melakukan penanganan dan juga penyelesaian persoalan hukum skandal BLBI secara efektif lalu efisien agar pengembalian uang negara benar-benar optimal.

“Saya kira, itu adalah uang rakyat. Saat ini rakyat sedang susah. Jadi, kejar terus uang rakyat yang tersebut dimakan oleh para obligor itu. Tidak boleh utang bukan dibayar. Harus dibayar segera,” ujarnya, Hari Senin (2/9/2024).

Belakangan ini, tindakan hukum BLBI Kembali mencuat. Hal itu menyusul Satgas BLBI yang mana hendak menyita aset pemegang saham Bank Centris.

Hardjuno yang tersebut juga kandidat doktor bidang Hukum serta Pembangunan Universitas Airlangga (Unair) mengatakan, perkara Bank Centris ini seharusnya menjadi komponen evaluasi yang mana serius bagi Satgas BLBI. Apalagi, Satgas BLBI miliki tanggung jawab besar pada menindaklanjuti obligor-obligor yang jelas-jelas terbukti mengemplang dana BLBI.

Namun, jikalau Satgas BLBI menyasar pihak yang dimaksud tak ada kaitannya dengan BLBI, seperti yang tersebut terjadi pada Bank Centris, maka ini adalah sebuah kesalahan kritis yang sanggup merusak kepercayaan masyarakat terhadap lembaga tersebut.

“Satgas BLBI harus bekerja berdasarkan bukti-bukti yang tersebut sah kemudian kuat, bukanlah berdasarkan asumsi atau dokumen yang dimaksud meragukan. Jika tiada ada bukti bahwa Bank Centris atau pemiliknya, Pak Andre, menerima dana BLBI atau menjadi obligor, maka penyitaan aset tanpa dasar hukum yang jelas ini harus dihentikan,” ujar Hardjuno yang mana juga ex Staf Ahli Pansus BLBI DPD RI ini.

Hardjuno menekankan pada menjalankan tugasnya, Satgas BLBI tidak ada boleh bertindak semena-mena terhadap masyarakat, apalagi terhadap merek yang mana tidak ada terlibat pada perkara BLBI.

Related Articles

Back to top button