Wow! Jake Paul Ditantang Duel Bintang Pointless Richard Osman dengan Bayaran Rp2 Ribu Miliar

NEW YORK – Jake Paul ketika ini sedang mempersiapkan diri untuk melawan mantan juara kelas berat tak terbantahkan Mike Tyson. Namun, bintang Pointless Richard Osman menantang YouTuber yang disebutkan untuk bertarung dengan bayaran 100 jt poundsterling atau sekitar Rp2 triliun.
Richard Osman dengan nada bercanda yakin akan menang lantaran tingginya 6 kaki 7 inci atau sekitar 2 meter. “Saya seharga 100 jt poundsterling, saya akan melakukannya. Ya, tinggi saya enam kaki tujuh inci, kawan,” katanya diambil SINDOnews dari laman Mirror, Rabu (21/8/2024).
Paul telah dilakukan menikmati kesuksesan besar sejak terjun ke dunia tinju dan telah lama meraih kemenangan penting melawan mantan bintang UFC Nate Diaz, Anderson Silva, kemudian Tyron Woodley. Sekarang, Osman bercanda menantang petinju berusia 27 tahun tersebut.
Saat mengeksplorasi Tommy Fury, yang tersebut mengalahkan Paul dengan langkah terpisah tahun lalu, Osman berkata pada podcast The Rest Is Entertainment: “Dia tidak ada banyak bicara tentang tinju yang dimaksud sebenarnya. Dia sejumlah bicara tentang tinju pura-pura dengan KSI lalu Jake Paul,” ujarnya.
Namun, Paul sepenuhnya fokus pada pertarungannya yang dimaksud akan datang melawan legenda tinju Mike Tyson pada 15 November 2024. Pertarungan yang disebutkan awalnya akan berlangsung pada tanggal 20 Juli, tetapi ditunda setelahnya Tyson penyakit tukak lambungnya kambuh kembali.
Paul lalu Tyson baru-baru ini berhadapan pada sebuah konferensi pers, dengan mantan juara kelas berat yang dimaksud tak terbantahkan itu bersumpah untuk mengakhiri karier tinju YouTuber tersebut. “Kami mempunyai orang YouTuber yang mana melawan petarung terhebat yang digunakan pernah ada,” kata Tyson.
“Dia mungkin saja pernah berada di dalam ring dengan orang-orang yang dimaksud punya niat yang sama, tetapi kenyataannya, tidak. Begitu saya menangkap orang ini, semuanya akan berakhir, beliau akan lari terbirit-birit,” lanjut petinju berjuluk si Leher Manusia Beton.






