Empat ribu guru honorer Ibukota Indonesia segera dapat Dapodik

Kekurangan guru lagi dihitung
Jakarta – eksekutif Provinsi (Pemprov) DKI Ibukota segera merekomendasikan sekitar 4.000 guru honorer wilayah itu untuk mendapatkan Angka Pokok Pendidikan (Dapodik).
"Sebanyak 4.000 guru honorer yang disebutkan akan diproses untuk direkomendasikan mendapatkan Dapodik,” kata Penjabat (Pj.) Kepala daerah DKI Ibukota Heru Budi Hartono ketika mengunjungi silaturahmi sama-sama Kepala Sekolah se-DKI Ibukota di dalam Ibukota Indonesia International Velodrome, Ibukota Timur, Minggu.
Sebanyak 2.700 kepala sekolah dari tingkat Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), dan juga Sekolah Luar Biasa (SLB) se-DKI DKI Jakarta hadir di pertarungan tersebut.
Heru juga didampingi oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi DKI Ibukota Indonesia Agus Joko Setyono lalu Plt. Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Ibukota Budi Awaluddin.
Heru juga mengingatkan bahwa jumlah agregat 4.000 guru honorer yang dimaksud tidak ada dapat bertambah lagi oleh sebab itu pendataan telah selesai dikerjakan pada Desember 2023.
Angka yang dimaksud telah termasuk di dalamnya 107 guru yang mana terkena penataan.
Oleh lantaran itu, tegasnya, kepala sekolah tidaklah boleh merekrut guru honorer baru tanpa seizin Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi DKI Jakarta.
Heru juga menyampaikan, pihaknya akan terus berupaya untuk memperhatikan nasib guru honorer di mendapatkan haknya dengan baik, juga menyiapkan langkah untuk meningkatkan derajat guru honorer dalam Jakarta.
Selain itu, kata Heru, Dinas Pendidikan DKI juga membuka lowongan guru Kontrak Kerja Individu (KKI) sejumlah 1.700 guru pada Agustus 2024.
Dia pun menghadirkan para guru honorer untuk mendaftarkan diri agar dapat diproses sesuai aturan serta mekanisme yang digunakan ada.
"Pada 2025, kami akan membuka kembali pendaftaran guru KKI. Jadi, 2.300 guru honorer lainnya mampu bergabung mendaftarkan diri. Jika nanti anggarannya memungkinkan, jumlahnya akan bertambah lagi. Selain itu, kami juga akan memenuhi keperluan untuk kekurangan guru di sekolah khusus atau difabel,” kata Heru.
Selama mengantisipasi pendaftaran guru KKI pada Agustus 2024 maupun 2025, para guru akan tetap mengajar seperti biasa. Upaya ini diwujudkan untuk menghormati jasa para guru-guru sebagai pahlawan pendidikan.
Pemetaan guru
Kemudian, terkait kekurangan guru, Disdik Provinsi DKI DKI Jakarta pada waktu ini sedang melakukan pemetaan bagi sekolah yang tersebut memiliki kelebihan guru untuk memudahkan penempatan para pengajar dalam sekolah yang digunakan mengalami kekurangan guru.
“Kekurangan guru lagi dihitung. Dengan adanya pertarungan kepala sekolah hari ini, kita bisa saja lakukan reposisi. Kalau ada yang tersebut kelebihan guru IPA, sanggup digeser ke sekolah yang tersebut tiada punya guru IPA," katanya.
Ia juga menambahkan, para kepala sekolah juga sepakat, tidak ada harus merekrut guru honorer lagi melainkan melakukan pemetaan untuk mengatasi kekurangan guru, diantaranya memperhitungkan yang tersebut 4.000 guru honorer ini.
Artikel ini disadur dari Empat ribu guru honorer Jakarta segera dapat Dapodik






