Jadi Cakada, Lucky Hakim Didukung Bermacam-macam Kader Gerindra

JAKARTA – Lebih dari 500 kader murni sayap Partai Gerindra Indramayu menyatakan sikap, menggalang juga siap mengungguli Paslon Lucky Hakim-Syaefudin sebagai calon Pimpinan Daerah lalu Wakil Pimpinan Daerah Indramayu yang digunakan diusung oleh DPP Partai Gerindra.
Ratusan kader sayap Gerindra yang terdiri dari Tidar, PPIR, serta GMD berkumpul dalam Ballroom Hotel Wiwiperkasa Indramayu, mendeklarasikan sikapnya dengan tegas.
“kami mengecam aksi para oknum yang mana mengaku sebagai kader Gerindra tapi berani menantang akan menolak perintah Bapak Prabowo Subianto serta Bapak Muzani yang sudah pernah memutuskan kebijakan terkait rekomendasi pilkada untuk Lucky Hakim juga Syaefudin sebagai calon Pimpinan Daerah dan juga Wakil Kepala Kabupaten Indramayu,” ujar Faridul Fikri sebagai Ketua Tunas Indonesia Raya (Tidar) Indramayu yang merupakan organisasi sayap Gerindra, Hari Sabtu (17/8/2024).
“Ada 500 lebih besar kader sayap Gerindra yang digunakan murni sebagai kader inti ber-KTA lalu mempunyai SK, juga GMD, Tidar kemudian PPIR full seluruh Indramayu, mengecam keras aksi 15 Agustus yang digunakan dilaksanakan oleh oknum, yang dimaksud menentang perintah DPP bahkan mengancam kemudian mendikte Pak Prabowo,” ucapnya.
“Kami meminta-minta mereka untuk segera mengajukan permohonan maaf untuk Ketua Umum Gerindra juga Sekjen Gerindra, kami catat nama-nama orangnya yang tersebut menyatakan Foto Pak Sekjen Muzani dengan Lucky Hakim pada pada waktu penyerahan rekomendasi Pemilihan Kepala Daerah disebut sebagai Dagelan Politik,” tegasnya.
Pada acara yang dimaksud banyak kader sayap Gerindra bersepakat menyatakan sikapnya dengan tegas yang digunakan teruang di tiga poin. Yang pertama, menyatakan sikap tunduk serta patuh pada tindakan DPP yang tersebut memberikan Rekomendasi Calon Kepala Daerah terhadap Lucky Hakim lalu sekaligus akan berjuang mengungguli paslon Lucky Hakim lalu Syaefudin sebagai calon Kepala Kabupaten lalu Wakil Pimpinan Daerah di tempat pemilihan gubernur Indramayu
Yang Kedua, mosi tiada percaya pada Ketua DPC Kasan Basari yang mana dinilai telah dilakukan gagal memenuhi target pengumuman DPRD Indramayu, sekaligus memohon terhadap Ketua Umum Partai Gerindra untuk mengganti Ketua DPC Gerindra Indramayu Kasan Basari dengan ketua yang digunakan baru sesuai dengan kehendak DPP
Yang Ketiga, mengajukan permohonan untuk Kader yang melakukan aksi di area DPC pada tanggal 15 Agustus 2024 untuk segera menciptakan surat pernyataan memohon maaf terhadap Bapak Ketua Umum serta Sekjend Partai Gerindra menghadapi aksi yang digunakan tiada beretika tersebut.
“Kami memohonkan pada waktu sesegera mungkin saja mulai hari ini jumat tanggal 16 Agustus 2024 terhadap para oknum yang dimaksud sudah ada kami catat namanya untuk mengajukan permohonan maaf untuk Ketum lalu Sekjen demi keutuhan persatuan serta kesatuan kader Gerindra,” tutupnya.





