Rupiah Jatuh ke Titik Terlemah, Tersandera Sentimen Global lalu Domestik

JAKARTA – Skor tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) mengalami pelemahan pada perdagangan hari ini, Selasa (25/3/2025). Rupiah sempat menembus Rp16.620 per dolar Negeri Paman Sam berada dalam titik terlemah. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah dibuka melemah 42 poin atau 0,26 persen ke level Rp16.610 per dolar AS, dari kedudukan penutupan sebelumnya di dalam Rp16.568 per dolar AS.
Sampai dengan siang ini, rupiah masih bertengger di tempat kisaran Rp16.601 per dolar AS. Para pengamat bursa uang memprediksi bahwa rupiah berpotensi untuk terus mengalami fluktuasi, dan juga para pelaku bursa akan terus memantau perkembangan sentimen global juga domestik yang mana dapat mempengaruhi pergerakan nilai tukar.
“Rupiah pada perdagangan hari ini terus mengalami pelemahan, telah menyentuh Rp16.620 itu target yang dimaksud saya buat kemarin,” kata Ibrahim Assuaibi pada keterangannya, Selasa (25/3).
Menurut Ibrahim, dari segi internal, permasalahan Danantara hingga ucapan Presiden Prabowo Subianto menciptakan frustasi para investor.
Ibrahim menilai bursa merasa ada intervensi pemerintah yang mana memproduksi tak aman penanam modal sehingga pergi dari dari bursa modal sehingga menyebabkan rupiah melemah tajam.
Selain itu, faktor lain ialah terkait permasalahan geopolitik yang tersebut kian memanas, di area mana Amerika Serikat mengancam Iran. Di sisi lain, kata Ibrahim, negara Israel melakukan genosida tahap kedua dan juga mereka itu menganggap jalur Kawasan Gaza wilayahnya. Pasar juga mengantisipasi dampak negatif dari kebijakan kenaikan tarif Presiden Negeri Paman Sam Donald Trump yang akan segera diberlakukan tanggal 2 April, konflik baru di dalam Timur Tengah juga memicu perasaan khawatir pasar.





