Pernah Rebut Pasar Supra Bapak, Jialing Kembali Bikin Kesel Honda

BEIJING – Jialing produsen sepeda gowes motor ternama dengan syarat China, pernah menciptakan Honda ketar-ketir awal tahun 2000an dengan menghadirkan motor bebek mirip Honda Supra Bapak yang dimaksud ikonik.
Meskipun Jialing tidaklah memproduksi duplikat persis model Honda, desain dia rutin kali terinspirasi oleh sepeda gowes motor Negeri Matahari Terbit yang populer, termasuk Supra Bapak.
Kali ini Jialing kembali berulah dengan meluncurkan penantang Honda Stylo 160. yakni Jialing Bugatti 125 adalah desainnya yang menggabungkan beberapa elemen dari motor matic Retro terkenal lainnya.
Meskipun berkapasitas mesin 125 cc, motor ini menawarkan tarif yang dimaksud terjangkau, semata-mata sekitar Rp17 jutaan.

Harga yang dimaksud setara dengan Honda Beat ini tentu menjadi daya tarik tersendiri bagi konsumen yang tersebut menginginkan skutik dengan gaya retro tanpa harus menguras kantong.
Dari batok lampu segienam ala Vespa Sprint, tameng depan dengan dasi khas Vespa, hingga body samping yang dimaksud memanjang ala Lambreta, motor ini berhasil mencuri perhatian dengan tampilannya yang klasik namun tetap memperlihatkan stylish.
Mesinnya didukung oleh single silinder 125 cc berpendingin udara yang tersebut mampu memunculkan tenaga sebesar 9,2 DK pada 7.500 RPM juga torsi puncaknya mencapai 9,5 Nm pada 6500 RPM.
Tak hanya saja itu, Jialing Bugatti 125 juga dilengkapi dengan fitur-fitur modern seperti panel instrumen full digital LCD, lampu utama kemudian belakang LED, saklar alam mobil dengan LED, kunci giles, slot USB, serta R CBS.

Kehadiran Jialing Bugatti 125 di dalam lingkungan ekonomi Indonesia pasti akan menarik minat sejumlah penggemar sepeda gowes motor.
Dengan biaya yang tersebut terjangkau kemudian desain yang digunakan menarik, motor ini miliki peluang besar untuk menjadi pilihan bagi merekan yang dimaksud menginginkan skutik dengan gaya retro namun tetap memperlihatkan modern.
Ini adalah adalah praktik umum di sektor kendaraan beroda dua motor, pada mana produsen bertujuan untuk menangkap daya tarik estetika kemudian karakteristik performa model yang mana sukses.





