Nadal sebut tak akan kembali ke Roland Garros usai kalah di Olimpiade

DKI Jakarta – Rafael Nadal mengutarakan mengenai kemungkinan bermain dalam Roland Garros untuk terakhir kalinya setelahnya ia lalu Carlos Alcaraz tersingkir dari nomor ganda putra Olimpiade, Rabu (31/7) waktu setempat atau Kamis WIB.
Pasangan Spanyol itu kalah pada perempat final di Paris 6-2, 6-4 dari unggulan keempat duta Negeri Paman Sam Austin Krajicek/Rajeev Ram.
Nadal juga Alcaraz, yang digunakan dijuluki "Nadalcaraz", berubah menjadi salah satu topik pembicaraan utama di pertandingan Olimpiade Paris, memukau penonton pada dua pertandingan pertama mereka.
Namun mereka berhenti ke fase delapan besar menghadapi spesialis ganda Krajicek kemudian Ram, yang dimaksud keduanya memiliki silsilah juara Grand Slam.
Nadal sudah menjuarai French Open 14 kali, namun ia merosot ke peringkat 161 bola pasca sejumlah cedera lalu menghadapi pertanyaan tanpa henti mengenai masa depannya.
Setelah kekalahan menyakitkan dari Novak Djokovic ke nomor tunggal, ia mengungkapkan akan menimbulkan kebijakan perihal kariernya dalam bola tenis usai Olimpiade.

Nadal — yang dimaksud berada di dalam urutan kedua di daftar petenis putra sepanjang masa dengan 22 Grand Slam — meninggalkan Lapangan Philippe Chatrier sambil bertepuk tangan.
Dia kemudian ditanya apakah ia bermain di Roland Garros untuk terakhir kalinya.
"Mungkin, saya tiada tahu," kata Nadal.
"Jika itu yang terakhir kalinya, bagi saya itu adalah perasaan dan juga emosi yang dimaksud tak terlupakan."
"Mereka memberi saya cinta lalu dukungan setiap detik saya berada dalam lapangan," ujar petenis berusia 38 tahun itu.
"Bagi saya, sangat, sangat istimewa merasakan hal itu, khususnya ke tempat ini. Saya tidaklah dapat cukup berterima kasih untuk mereka semua oleh sebab itu telah lama memberi saya perasaan yang mana ada dalam pada diri saya serta emosi yang mana dia rasakan."
Selanjutnya: Ia juga menyatakan
Artikel ini disadur dari Nadal sebut tak akan kembali ke Roland Garros usai kalah di Olimpiade






