Mengenang Mas Yos, Pelopor Industri Musik Rekaman lalu Stasiun Radio Swasta pada Indonesia

JAKARTA – Kementerian Wisata kemudian Sektor Bisnis Kreatif (Kemenparekraf) turut mengenang sosok Mas Yos melalui Focus Group Discussion (FGD) bersatu Panitia Pelaksana Mengenang Mas Yos atau A Tribute to Mas Yos di dalam Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Rabu (21/8/2024).
Dalam FGD ini diulas bagaimana sosok Mas Yos memainkan peran kunci di menemukan juga mengembangkan bakat seni beberapa orang musisi kemudian penyanyi legendaris dari berbagai genre musik di tempat Indonesia. Pemilik nama lengkap Komodor Muda (Pur) R. Suyoso Karsono yang disebutkan menjadi pelopor pendirian lapangan usaha musik rekaman lalu stasiun radio swasta niaga pertama di tempat Indonesia.
Tidak cuma itu, Mas Yos juga dikenal sebagai pendiri Radio Elshinta pada jalur AM kemudian Radio Suara Irama Indah pada jalur FM Stereo, dua stasiun radio swasta pertama yang mana menjadi bagian penting yang tersebut dekat dengan keberadaan sehari-hari masyarakat, khususnya pada penyebaran musik dan juga informasi di tempat Indonesia.
FGD yang disebutkan turut dihadiri oleh putri Mas Yos, yakni Elshinta Suyoso. Ia berharap, FGD ini tak hanya saja mengkaji sejarah, tetapi juga bagaimana disrupsi teknologi mempengaruhi keberlanjutan sektor musik di tempat era digital. Serta, bertujuan untuk menggali lebih lanjut di tentang proses perjuangan, tantangan, hingga masa depan lapangan usaha ini pada Indonesia.
“Dengan mengulas peran pionir seperti Mas Yos lalu dampak disrupsi teknologi, diharapkan dapat memberikan wawasan yang lebih tinggi berjauhan kemudian mendalam tentang bagaimana sektor ini terus mengalami perkembangan serta beradaptasi dengan inovasi zaman,” ujar Elshinta pada sela-sela FGD.
“Melalui diskusi ini, kita dapat belajar dari masa lalu, memahami tantangan pada waktu ini, kemudian merancang strategi ke depan lapangan usaha musik rekaman kemudian radio pada Indonesia,” lanjutnya.
Sebagai informasi, sejarah lapangan usaha musik dalam Indonesia tidaklah dapat dipisahkan dari peran penting Irama Records, yang dimaksud didirikan pada 1951 sebagai studio rekaman berlabel pertama dalam Indonesia. Irama Records menjadi pelopor di bidang rekaman piringan hitam moderen dari shellac ke vinyl yang mana mewarnai dunia musik Indonesia.
Studio rekaman ini bukan hanya saja menjadi tempat berkumpulnya penyanyi serta musisi berbakat, tetapi juga sangat signifikan memainkan penyebaran musik lokal ke seluruh penjuru Nusantara, bahkan mancanegara.
Keberadaan ketiga studio rekaman yang tersebut dibangunnya, yaitu Irama Records, J&B, juga Elshinta Records, mencerminkan bagaimana sektor musik Indonesia berkembang, juga bagaimana tata kelola sektor yang dimaksud diatur dengan tertib pada masa itu.






