China Siap Aliri Tenaga dari Luar Angkasa ke Mobil Listrik

BEIJING – Ilmuwan China berencana mendirikan stasiun tenaga surya raksasa yang digunakan akan berada lebih banyak dari 20.000 mil (32.000 km) pada melawan permukaan Bumi, dengan lebar sekitar 0,6 mil (1 km).
Selain mendapatkan akses ke sinar matahari terus-menerus, stasiun tenaga surya berbasis luar angkasa menikmati kepadatan energi yang tersebut 10 kali tambahan besar daripada yang tersebut kemungkinan besar Anda dapatkan dari panel surya yang dipasang di area atap rumah Anda dikarenakan sinar matahari pada luar angkasa terpencil lebih lanjut intens.
Penasaran bagaimana energi dari luar angkasa itu mengalir ke Bumi? Hal itu dijalankan dengan mengubah listrik menjadi radiasi gelombang mikro, yang tersebut kemudian dipancarkan ke antena tetap memperlihatkan di area daratan, Popular Mechanics menjelaskan. Dan orang dalam balik teknologi itu menyatakan itu tidak khayalan belaka.
“Kami sedang mengerjakan proyek ini sekarang,” kata Long Lehao, orang ilmuwan roket dan juga anggota Akademi Teknik Tiongkok (CAE), terhadap SMCP .
“Proyek ini mirip pentingnya dengan memindahkan Bendungan Tiga Ngarai ke orbit geostasioner 36.000 km (22.370 mil) pada melawan Bumi.”
Bendungan Tiga Ngarai pada China adalah pembangkit listrik tenaga air yang dimaksud dibuka pada tahun 2012 juga memiliki kapasitas pembangkitan listrik tahunan sebesar 100 miliar kWh yang mana menciptakan Bendungan Hoover tampak seperti keran yang menetes.
Long mengklaim bahwa energi yang tersebut dikumpulkan di satu tahun dari stasiun luar angkasa akan “setara dengan jumlah keseluruhan total minyak yang dimaksud dapat diekstraksi dari Bumi.
Three Gorges merupakan proyek raksasa yang digunakan membutuhkan waktu 18 tahun untuk menyelesaikannya, lalu tiada akan ada penyelesaian cepat untuk proyek stasiun luar angkasa bertenaga surya tersebut.
Proses pembangunan yang tersebut sangat rumit yang digunakan diperlukan untuk menempatkan semua bagian stasiun surya ke orbit – termasuk mengembangkan roket angkat berat untuk pekerjaan yang dimaksud – berarti akan butuh waktu bertahun-tahun sebelum stasiun yang disebutkan dapat menyalakan lampu juga mobil listrik kita.
Namun, bagaimana jikalau berhasil? Teknologi ini dapat menerangi kota-kota, memberi daya pada kendaraan listrik, serta secara diam-diam mengubah cara kita berpikir tentang energi terbarukan tanpa pernah memunculkan dampak negatif.






