Lifestyle
Bacaan doa Qunut arab, latin, serta penggunaannya

Ibukota –
Doa yang tersebut dibacakan ketika sholat adalah doa Qunut, teristimewa di mana sholat Subuh atau sholat witir pada sholat tarawih. Doa Qunut adalah sunnah, sehingga meskipun memilih untuk tiada membacanya, sholat kekal sah.
Namun beberapa ulama lalu mahzab menganjurkan untuk membaca doa Qunut di mana sholat.
Doa ini miliki makna yang dimaksud sangat mendalam lalu diyakini dapat memberikan keberkahan, ampunan dosa, dan juga pemeliharaan dari segala bahaya.
Berikut ini adalah bacaan doa Qunut di bahasa Arab, Latin, kemudian penjelasan mengenai penggunaannya.
اَللّهُمَّ اهْدِنِىْ فِيْمَنْ هَدَيْتَ وَعَافِنِى فِيْمَنْ عَافَيْتَ وَتَوَلَّنِىْ فِيْمَنْ تَوَلَّيْتَ وَبَارِكْ لِىْ فِيْمَا اَعْطَيْتَ وَقِنِيْ شَرَّمَا قَضَيْتَ فَاِ نَّكَ تَقْضِىْ وَلاَ يُقْضَى عَلَيْكَ وَاِ نَّهُ لاَ يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ وَلاَ يَعِزُّ مَنْ عَادَيْتَ تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ فَلَكَ الْحَمْدُ عَلَى مَا قَضَيْتَ وَاَسْتَغْفِرُكَ وَاَتُوْبُ اِلَيْكَ وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ النَّبِيِّ اْلاُمِّيِّ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ
Allahummahdini fi man hadait, wa 'afini fi man 'afait, wa tawallani fi man tawallait, wa barikli fi ma a'thait, wa qini syarra ma qadhait, fa innaka taqdhi wa la yuqdha 'alaik, wa innahu la yazillu man walait, wa la ya'izzu man 'adait, tabarakta rabbana wa ta'alait, fa lakal hamdu a'la ma qadhait, wa astagfiruka wa atubu ilaik, wa shallallahu 'ala sayyidina muhammadin nabiyyil ummiyyi wa 'ala alihi wa shahbihi wa sallam
Artinya: "Ya Allah tunjukkanlah padaku sebagaimana pada mereka itu yang digunakan telah lama Engkau beri petunjuk, dan juga berilah padaku pengampunan sebagaimana pada dia yang Engkau beri ampun, juga peliharalah aku sebagaimana pada mereka yang dimaksud Engkau pelihara, serta berilah padaku keberkatan sebagaimana yang telah terjadi Engkau karuniakan pada mereka, lalu selamatkan aku dari bahaya yang dimaksud sudah pernah Engkau tentukan.
Maka sesungguhnya Engkaulah yang mana menghukum serta bukanlah yang kena hukum, maka sesungguhnya tidaklah hina pada mereka penduduk yang tersebut Engkau pimpin, juga tidak ada mulia penduduk yang dimaksud Engkau musuhi, Maha Suci Engkau wahai Tuhan kami juga Maha besar Engkau.
Maka bagi Engkau segala puji menghadapi yang Engkau hukumkan, aku mohon ampun terhadap Engkau kemudian aku bertaubat untuk Engkau, kemudian semoga Allah mencurahkan rahmat kemudian kesejahteraan menghadapi junjungan kami Nabi Muhammad, keluarga dan juga para sahabatnya."
Jika sholat berjamaah, imam dianjurkan mengubah lafal “ihdini (berilah aku petunjuk)” berubah jadi “ihdina (berilah kami petunjuk)”.
Doa Qunut biasanya dibaca pada rakaat kedua sholat Subuh pasca ruku' dan juga sebelum sujud.
Dijelaskan pada riwayat hadist berikut ini.
إِنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يُوْتِرُ فَيَقْنُتُ قَبْلَ الرُّكُوْعِ. أخرجه ابن ماجه.
"Sesungguhnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukan Witir berikutnya melakukan qunut sebelum ruku". (HR Ibnu Majah, serta dishahihkan Syaikh al-Albani pada Irwa` al-Ghalil 2/167, hadits no. 426].
Cara membacanya adalah dengan mengangkat kedua tangan setinggi bahu atau telinga sambil mengucapkan doa Qunut.
Selain di sholat Subuh, doa Qunut juga dibaca pada sholat witir setelahnya sholat tarawih pada separuh terakhir bulan Ramadhan, khususnya pada malam-malam ganjil di 10 hari terakhir bulan Ramadhan.
Makna doa Qunut di sholat adalah memohon terhadap Allah SWT berhadapan dengan petunjuk, perlindungan, serta keberkahan.
Seorang hamba yang mana berdoa terhadap Allah memohon diberikan kesehatan, dan juga pemeliharaan dari segala bahaya atau hal yang digunakan bukan diinginkan.
Doa Qunut juga menunjukkan sikap dan juga keinginan yang mana penuh rasa takwanya terhadap Allah SWT.
Oleh oleh sebab itu itu, sangat penting bagi setiap umat Islam untuk membiasakan juga rutin mengamalkan bacaan doa Qunut, khususnya pada ketika shalat Subuh serta Witir.
Artikel ini disadur dari Bacaan doa Qunut arab, latin, dan penggunaannya






