Kisah Brigjen Untung Ses NCB Interpol Indonesia Pimpin Operasi Evakuasi WNI di area Thailand lalu Myanmar

JAKARTA – Operasi pemulangan banyak Warga Negara Indonesia Bermasalah (WNIB) yang menjadi korban eksploitasi online scam di area Thailand kemudian Myanmar berhasil dilakukan. Operasi gabungan dalam antaranya ada peran Divisi Hubungan Internasional (Divhubinter) Polri itu diadakan pada 2 tahap pemulangan.
Pada operasi pemulangan skala besar itu totalnya ada 564 WNI yang dimaksud dipulangkan dari Thailand serta Myanmar. Ada satu perwira tinggi Polri pada balik operasi itu, yakni Sekretaris NCB-Interpol Indonesia Brigjen Pol. Untung Widyatmoko. Untung menjadi pemimpin timnya bertolak ke Thailand untuk menjemput mereka.
“Proses repatriasi ini merupakan hasil kerja mirip antara KBRI Bangkok, KBRI Yangon, juga otoritas Thailand lalu Myanmar, yang mana dengan sigap mengupayakan keselamatan para WNI,” kata Brigjen Untung di keterangannya yang dimaksud diterima SindoNews, Hari Jumat (21/3/2025).

Dia menjelaskan, setelahnya melalui berbagai proses administrasi serta identifikasi, pada 17 Maret 2025 Tim Satgas Repatriasi WNIB menyebabkan 400 WNI dari Mae Sot, Thailand, menuju Bandara Don Muang Bangkok dengan pengawalan ketat.
“Perjalanan darat selama delapan jam ini menjadi langkah pertama merekan kembali ke tanah air,” sambungnya.
Mereka diterbangkan menggunakan pesawat charter AirAsia tipe B737-900ER pada pukul 05.25 waktu setempat juga tiba di area Indonesia pukul 09.00 WIB. “Begitu mendarat, merekan akan ditampung sementara pada Asrama Haji untuk proses pendataan dan juga pemeriksaan lebih besar lanjut,” tambahnya.
Dijelaskan Brigjen Untung, pemulangan gelombang kedua yang mana terdiri dari 156 WNI diberangkatkan pada 19 Maret 2025, dengan kemungkinan jumlahnya bertambah, mengingat masih ada 10 WNI yang ditahan oleh Kepolisian Hpa An, Myanmar. Momen kepulangan ini mendapat perhatian secara langsung dari pemerintah Indonesia.
Menteri Luar Negeri, Menkopolkam, dan juga pejabat tinggi lainnya menyambut segera para WNIB ketika tiba di tempat tanah air. Bagi sejumlah dari mereka, perjalanan ini tidak sekadar kepulangan, tetapi juga akhir dari mimpi buruk yang mana menghantui merekan selama ini.
“Mereka sebagian besar adalah korban perdagangan manusia, yang tersebut diperdaya dengan janji pekerjaan bergaji tinggi tetapi justru dipaksa bekerja di dalam bidang penipuan online,” kata Untung.



