Drama Penculikan Putri Anne, Indonesia Ikut Disorot

JAKARTA – Di balik ketenangan kemudian ketegarannya, Putri Anne ternyata pernah mengalami percobaan penculikan lalu nama Indonesia disebut di kejadian tersebut. Kok bisa?
Dikutip Daily Mail, Putri Anne berbagi cerita pada waktu ia menulis biografinya. Kisah ini berdasarkan apa yang dimaksud diceritakannya pada wawancara tersebut. Tepat 20 Maret 1974 adalah tanggal pada waktu semua keamanan kerajaan ditinjau. Pada hari itu, ada upaya untuk menculik putri tunggal Ratu lalu menyanderanya.
Putri Anne kemudian Mark Phillips baru menikah selama lima bulan mengunjungi pemutaran khusus film pendek berjudul Riding Towards Freedom, yang digunakan menceritakan kisah Riding for the Disabled Association, dalam mana merek berdua muncul pada beberapa adegan.
Film yang disebutkan diputar pada sore hari di area Sudbury House, Newgate Street, dekat Ludgate Circus, di dalam London. Tak lama pasca pemutaran, pasangan yang dimaksud berangkat untuk diantar kembali ke Istana Buckingham, pukul 19.30.
Mobil kerajaan, sebuah limusin Austin Princess, dikemudikan oleh Alexander Callender yang tersebut berusia 55 tahun. Duduk di area sampingnya adalah polisi muda, pengawal resmi Putri Anne, Inspektur Detektif berusia 30 tahun, James Beaton.
Di bagian belakang mobil terdapat Putri Anne lalu Kapten Phillips, sama-sama dengan dayang Rowena Brassey, yang mana duduk di dalam kursi lipat tepat pada belakang sekat yang memisahkan pengemudi dari penumpang.
Mobil itu sudah meninggalkan Newgate Street, melaju menyusuri Fleet Street, menuju The Strand kemudian menyeberangi Trafalgar Square. Mobil itu berbelok ke The Mall dan juga pasca sekitar tiga perempat perjalanan, tepat setelahnya berbelok menuju Istana St James – di tempat bagian rute yang mana paling gelap kemudian kurang dari seperempat mil dari Istana Buckingham – sebuah sedan Ford Escort berwarna terang melaju dalam samping Austin Princess, berbelok tajam di tempat depan mobil kerajaan kemudian memaksanya berhenti. Upaya Ian Ball untuk menculik sang putri gagal, tetapi cuma setelahnya beberapa kali penembakan lalu Kapten Phillips memeganginya sehingga penculik tidak ada dapat menyeretnya meninggalkan dari mobil.
Seorang pria melompat meninggalkan dari Escort dan juga menembakkan pistol ke mobil kerajaan, memecahkan salah satu jendela belakang. Inspektur Beaton ketika itu sudah meninggalkan dari sisi mobilnya juga berlari ke sisi tempat Putri Anne duduk.

Di sana ia menemukan individu pemuda mencoba membuka pintu, yang, ketika ia mengamati Inspektur Beaton, menembaknya pada dada. Beaton membalas tembakan tetapi meleset lantaran lukanya. Ia kemudian mencoba menembak lagi tetapi pistolnya macet.
Sementara, pria bersenjata itu berhasil membuka pintu belakang mobil kerajaan juga mencengkeram lengan Putri Anne, sambil berkata: ‘Silakan pergi dari dari mobil.’ Kapten Phillips memegang lengan Putri Anne yang lain lalu tarik tambang pun terjadi, yang dimaksud dimenangkannya.






