Teknologi

Donald Trump Ngotot Ingin Penjarakan Mark Zuckerberg

NEW YORK Donald Trump mengancam akan memenjarakan Mark Zuckerberg disisa hidupnya. Hal itu terkuak pada bukunya yang mana akan segera dirilis.

Buku Berjudul Save America, buku Trump yang mana akan datang dengan foto-foto akan dirilis pada hari Selasa (3 September 2024) lalu berisi kumpulan foto dari masa kepresidenannya yang dimaksud disertai dengan komentar.

Buku yang disebutkan dijual seharga USD99 untuk versi yang digunakan tiada ditandatangani, sementara salinan yang digunakan ditandatangani akan dijual seharga USD400.

Dalam kutipan yang pertama kali dilihat oleh Politico, Trump tampaknya mengancam akan memenjarakan Zuckerberg seumur hidup jikalau kepala eksekutif Meta yang disebutkan mencoba untuk ‘berkomplot melawan’ dirinya pada pemilihan presiden mendatang.

Menurut Politico, Trump menulis di buku tersebut: “Kami mengawasi Zuckerberg dengan ketat, kemudian apabila ia melakukan sesuatu yang mana ilegal kali ini, ia akan menghabiskan sisa hidupnya di tempat penjara seperti halnya orang lain yang curang di Pemilihan Presiden 2024.” tulis Trump pada bukunya seperti dilansir dari Unilad, Hari Jumat (30/8/2024).

Dan meskipun ini bukanlah pertama kalinya Trump menyerang pendiri Facebook, ini merupakan pertanda yang mana meresahkan bagi masa depan hidup Amerika, mengingat fakta bahwa mantan presiden (dan penjahat yang tersebut dihukum) mempunyai kesempatan yang digunakan sangat nyata untuk terpilih kembali pada bulan November.

Trump melontarkan ancaman terhadap Zuckerberg pada waktu memposting tentang UU SAVE, sebuah undang-undang yang digunakan didorong oleh Partai Republik yang tersebut akan memproduksi tindakan ilegal imigran gelap untuk memberikan kata-kata pada pemilihan umum federal.

Masalahnya, tentu saja, adalah bahwa warga negara non-AS sudah ada dilarang memberikan pengumuman pada pemilihan umum federal, juga berbagai penelitian menunjukkan bahwa tiada ada kecurangan yang mana meluas pada sistem pemilihan umum AS.

Related Articles

Back to top button