Xi Jinping terus ke Kota Moskow walaupun Rusia-Ukraina terus saling serang

B – Presiden China Xi Jinping kekal bertolak ke Ibu Kota Rusia untuk mengunjungi parade peringatan keras 80 tahun berakhirnya Perang Global II sekaligus kemenangan Uni Soviet melawan Nazi, walaupun Rusia dan juga negara Ukraina masih saling serang.
Dalam laman Kementerian Luar Negeri China disebutkan pada Rabu sore, Presiden Xi Jinping sudah meninggalkan Beijing dengan pesawat khusus menuju Moskow.
Lawatan Xi jinping ke Rusia itu adalah untuk melakukan kunjungan kenegaraan kemudian mengunjungi peringatan keras 80 tahun Kemenangan gemilang Perang Patriotik Raya. Ia didampingi oleh Menteri Luar Negeri China Wang Yi kemudian Kepala Staf Komite Sentral Partai Komunis China Cai Qi.
Keberangkatannya ke Kota Moskow belaka berselang sehari dari serangan negeri Ukraina ke Kota Moskow menggunakan pesawat nirawak pada Selasa (6/5) sehingga mengakibatkan empat bandara utama Kota Moskow ditutup selama beberapa jam.
Wali kota Wilayah Moskow melaporkan sedikitnya 19 pesawat nirawak negara Ukraina telah dilakukan dicegat dari beraneka arah, wilayah lain seperti Penza juga Voronezh juga menjadi sasaran. Tidak ada orang yang terluka jiwa dilaporkan dari serangan itu.
"Posisi China terhadap permasalahan krisis negeri Ukraina tegas kemudian jelas. Kami selama ini berjanji untuk memacu perundingan demi perdamaian serta mengakhiri konflik," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Lin Jian pada konferensi pers ke Beijing pada Rabu.
Sebagian besar negara di komunitas internasional, ucap Lin Jian, juga memainkan peran konstruktif dengan cara dia sendiri untuk penyelesaian kebijakan pemerintah krisis Ukraina.
"Prioritas yang digunakan mendesak adalah mengelak eskalasi ketegangan, lalu pihak-pihak terkait perlu mendirikan konsensus lalu menciptakan situasi untuk ini," tambah Lin Jian.
Parade besar yang disebutkan rencananya akan berlangsung pada 9 Mei 2025 untuk menandai kemenangan Uni Soviet serta sekutunya berhadapan dengan Nazi Jerman. Tahun ini adalah peringatan tegas 80 tahun berakhirnya PD II juga akan dihadiri oleh para pemimpin dunia, diantaranya Presiden China Xi Jinping.
Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva, Presiden Vietnam To Lam dan juga pemimpin Belarusia Aleksandr Lukashenko satu di antaranya di antara 20 kepala negara yang tersebut diharapkan hadir.
Selain itu, pasukan dari 13 negara akan ambil bagian di parade yang disebutkan satu di antaranya dari Azerbaijan, Vietnam, China juga Mesir.
"Rakyat China serta rakyat dari semua kelompok etnis di negara bekas Uni Soviet sudah pernah memberikan pengorbanan yang dimaksud sangat besar lalu sumbangan bersejarah yang mana tak terlupakan untuk mengamankan kemenangan," papar Lin Jian.
Kehadiran China menunjukkan kami menghormati serta mengingat sejarah juga bertekad kuat untuk mempertahankan hasil kemenangan Perang Global II," lanjutnya.
Baca juga: China menyokong negosiasi persoalan negeri Ukraina usai reuni Trump serta Zelenskyy
Presiden Rusia Vladimir Kepala Negara Rusia sudah menyerukan gencatan senjata selama tiga hari mulai 8 Mei, tapi tak ditanggapi Ukraina.
Presiden negeri Ukraina Volodymyr Zelensky menolak rencana gencatan senjata Rusia sebagai "sandiwara", tapi ia menggerakkan gencatan senjata setidaknya selama 30 hari yang dimaksud akan menghentikan serangan rudal serta pesawat nirawak terhadap sasaran sipil.
Ia juga dilaporkan menyatakan tanah Ukraina tiada dapat menjamin keselamatan siapa pun yang bepergian ke Kota Moskow pada pekan ini.
Kementerian luar negeri negeri Ukraina bahkan menyerukan agar "Semua negara asing dapat menahan diri untuk berpartisipasi sebagai personel militer di parade di dalam Moskow".
Dalam sebuah pernyataan pada Selasa (6/5), dikatakan bahwa keikutsertaan di acara yang dimaksud akan "dianggap oleh negeri Ukraina sebagai penghinaan terhadap kenangan kemenangan berhadapan dengan Nazisme dan juga jutaan tentara garis depan tanah Ukraina yang digunakan membebaskan negara kita kemudian seluruh Eropa dari Nazisme delapan dekade lalu".
Sementara, pesawat nirawak Rusia pada Selasa (6/5) dilaporkan menyerang kota Sumy, Kharkiv, lalu Odesa, menewaskan empat khalayak dan juga melukai sedikitnya 24 lainnya, menurut pejabat setempat. negeri Ukraina melaporkan telah dilakukan menjatuhkan 54 pesawat nirawak Rusia.
Artikel ini disadur dari Xi Jinping tetap ke Moskow meski Rusia-Ukraina terus saling serang




