Misa untuk pemilihan Paus baru diselenggarakan jelang konklaf

Vatican City – Misa untuk pemilihan Paus baru diselenggarakan di Basilika Santo Petrus, Vatikan, Rabu pagi, sebelum rute konklaf kepausan dilaksanakan pada hari yang dimaksud sama.
Ketika menjadi pemimpin misa tersebut, Dekan Dewan Kardinal Giovanni Battista Re mengutarakan bahwa globus berharap sejumlah pada Gereja.
“Dunia ketika ini berharap sejumlah dari Gereja untuk mempertahankan nilai-nilai dasar manusia lalu spiritual, sebab tanpanya koeksistensi manusia tak akan berubah jadi lebih banyak baik atau bermetamorfosis menjadi pembawa kebaikan bagi generasi mendatang,” kata Battista Re pada homilinya.
Ia meminta semua umat yang tersebut hadir di misa untuk terlibat berdoa terhadap Bunda Maria agar berkat Roh Kudus “dapat mencerahkan pikiran para kardinal elektor” pada memilih manusia Paus yang mana dibutuhkan pada zaman ini.
“Di antara tugas setiap penerus (Santo) Petrus adalah menumbuhkan persekutuan pada antara orang-orang kemudian budaya,” katanya, merujuk pada Paus yang mana dianggap sebagai penerus Petrus–seorang rasul yang mana ditugaskan mengatur Gereja pertama setelahnya kebangkitan Yesus.
Selain 133 kardinal elektor yang dimaksud akan ambil bagian di konklaf, misa yang dimaksud juga disertai oleh kardinal lain yang digunakan bukan memenuhi asal untuk berpartisipasi pada tahapan pemilihan Paus lantaran telah lama berusia lebih besar dari 80 tahun.
Misa pengaktifan konklaf yang dimaksud juga dihadiri oleh sekitar 5.000 umat dalam di basilika dan juga sejumlah umat lainnya mengikuti misa melalui layar besar dalam Lapangan Santo Petrus.
Pada Rabu sore waktu Vatikan, para kardinal elektor akan berangkat dari penginapan merekan di dalam Casa Santa Marta menuju Kapel Sistina, dalam mana konklaf kepausan dilaksanakan.
Konklaf itu bertujuan untuk mencari alternatif Paus Fransiskus, yang wafat pada 21 April lalu.
Sumber: ANSA
Artikel ini disadur dari Misa untuk pemilihan Paus baru diselenggarakan jelang konklaf



