Bank DKI imbau rakyat mewaspadai penipuan digital

Silakan periksa apakah layanan meneruskan (forwading) sms kita terlibat atau tidak
Jakarta – Pemimpin Grup Operasional PT Bank DKI Irfan Budiman mengimbau agar komunitas mewaspadai berbagai modus kecurangan sewaktu bertransaksi digital.
Irfan mengungkapkan ada beberapa ciri-ciri yang digunakan harus diwaspadai oleh rakyat agar tiada menjadi korban penipuan.
“Silakan periksa apakah fasilitas meneruskan (forwading) sms kita berpartisipasi atau tidak. Bisa menekan *#62#. Kalau di ponsel kita ada melakukan forward sesuatu nggak ke tempat lain? Biasanya kalau ponsel terkena malware akan tertera yes,” jelas Irfan dalam diskusi daring di Jakarta, Minggu.
Ciri-ciri lain, panas ponsel yang bukan wajar, ada pengumuman aneh, elemen penyimpan daya ponsel cepat habis, ada SMS OTP, susah mematikan ponsel, tampilan berbeda, layar aneh, ponsel lambat, ada tanda LED hijau, kemudian ada arahan forwarding.
Jika ponsel sudah ada terinfeksi APK jahat, Irfan mengemukakan rakyat bukan diperlukan panik. Terdapat beberapa langkah yang digunakan bisa jadi dijalankan seperti flight mode – uninstall, cari aplikasi mobile yang tersebut mencurigakan setelah itu uninstall melalui pengaturan, hapus hak akses device pada browser, ganti password dari komputer, ganti ATM serta melakukan factory reset.
“Kalau telah terkena, pertama lapor ke bank-nya. Minta tolong rekening di blokir. Kalau pada bank DKI sanggup ke 1500-351, atau bisa saja juga ke layanan WhatsApp lalu Instagram kita,” kata Irfan.
Untuk menghindari mengalami hal-hal yang digunakan tidak ada diinginkan, Irfan mengimbau agar masyarakat berhati-hati memberikan data pribadi. Selain itu, jangan melakukan klik link yang digunakan mencurigakan.
Lalu, hindari mengunduh file yang tersebut mencurigakan, verifikasi pengirim email kemudian aktifkan filter spam, gunakan two factor authentication juga memasang antivirus.
“Namun jangan takut bertransaksi dengan digital. Mau itu pakai QRIS, transfer, kartu serta lain sebagainya. Intinya selalu hati-hati,” ujar Irfan.
Artikel ini disadur dari Bank DKI imbau masyarakat mewaspadai penipuan digital






