Olahraga

Alasan Aneh Canelo Pilih Edgar Berlanga lalu Tolak David Benavidez

Alasan aneh Saul Canelo Alvarez memilih Edgar Berlanga sebagai lawan kemudian tidak menghadapi David Benavidez yang dimaksud lama antre mengantisipasi kesempatan bertarung. Saul Canelo Alvarez mengakui bahwa ada sesuatu yang digunakan telah lama berubah.

Selama ini, ia terus-menerus berupaya untuk menguji dirinya sendiri dengan melawan petinju-petinju yang mana lebih banyak berpengalaman seperti Shane Mosley, Floyd Mayweather Jr. lalu Miguel Cotto. Atau ia akan memaksa untuk menerima pertarungan melawan lawan yang hasilnya sangat menegangkan – dua pertarungan pertama Gennady Golovkin, meraih kemenangan sabuk keempatnya melawan juara kelas berat ringan Sergey Kovalev lalu kemudian kalah dari petinju kelas berat ringan lainnya, Dmitry Bivol, dua tahun lalu.

Namun kini, ketika ia akan mempertahankan tiga sabuk juara dunia kelas menengah super pada Hari Sabtu waktu malam melawan petinju yang tersebut tiada diunggulkan, Edgar Berlanga, Saul Canelo Alvarez menyatakan bahwa ia dapat merasakan perbedaannya. Ditanya oleh BoxingScene apakah ia merasa gugup juga bersemangat menghadapi Berlanga, 27 tahun, seperti pada waktu ia menghadapi Golovkin pada tahun 2017 untuk membuka sebuah trilogi, Alvarez dengan cepat menjawab, ”Tidak.”

Dalam konferensi pers hari Rabu, ketika Saul Canelo Alvarez ditanya dalam melawan panggung bagaimana ia dapat ”memilih” Berlanga sebagai lawannya – sebuah permainan kata-kata, tentu cuma – Canelo Alvarez menyatakan bahwa ia dengan mudah menerima petarung dengan syarat Brooklyn, New York, yang dimaksud miliki darah Puerto Rico itu. ”Saya telah pernah melawan semua orang,” kata SaulCanelo Alvarez tentang apa yang dimaksud ia pikirkan pada waktu itu, ketika ia berbincang dengan manajer serta pelatihnya, Eddy Reynoso, untuk menentukan pilihannya.

”Maka, saya sedang berlibur, kemudian Eddy menghubungi saya. Mereka sedang mempersiapkan laga itu, juga saya berkata, ‘Anda tahu, terserah, saya tiada peduli. Saya melawan semua orang, jadi…”

Ketiadaan lawan yang mana membangkitkan semangatnya merupakan dinamika yang digunakan menarik bagi Saul Canelo Alvarez (61-2-2, 39 KO) dengan syarat Meksiko, yang mana baru-baru ini mengungkapkan untuk BoxingScene bahwa ia tak mengetahui sejumlah tentang Christian Mbilli kemudian Diego Pacheco, dua petinju tak terkalahkan yang menjadi penantang teratas di divisi 76,2 kg.

Pada usia 34 tahun, dengan warisan yang digunakan aman, account bank yang kuat lalu pola pikir yang dimaksud teguh dan juga keras kepala tentang bagaimana kariernya akan berjalan, Canelo Alvarez mengungkapkan bahwa ia tetap memperlihatkan tertarik untuk terus bertarung. Namun ia merasakan kekosongan ketika mengetahui bahwa ada seseorang di area luar sana yang dimaksud dapat mengambil apa yang digunakan ia miliki.

Canelo Alvarez selalu termotivasi oleh pembicaraan pada lapangan usaha ini yang mendorongnya untuk melawan lawan yang mana paling pantas. Nama itu, ia diingatkan pada hari Rabu, adalah David Benavidez (29-0, 24 KO) dari Phoenix.

Mantan pemegang peringkat kelas menengah super ini sangat lelah oleh sebab itu dilewati oleh Canelo Alvarez sebagai penantang peringkat teratas juga penantang wajib WBC. Sehingga ia naik ke kelas berat ringan kemudian meraih kemenangan pada bulan Juni menghadapi pribadi mantan juara dunia, lalu sekarang diarahkan untuk pertarungan kelas berat ringan lainnya pada tanggal 14 Desember.

Apakah dorongan Canelo Alvarez sebelumnya untuk membuktikan dirinya terhadap para peragu kemudian menjawab hal-hal yang dimaksud tidaklah diketahui sudah lenyap sekarang? Apakah ini merupakan hasil dari ketokohannya kemudian kepentingan yang lebih besar mendesak untuk mendikte jalannya? ”Saya terus-menerus melawan semua orang,” kata Canelo Alvarez. “Saya telah terjadi menjalani pertarungan legendaris – Cotto, Golovkin, merekan menyebabkan sesuatu ke meja pertandingan. Mereka memberi saya warisan.

Related Articles

Back to top button