Nasional

Ke Calon Prajurit Remaja TNI-Polri, Prabowo: Untuk Apa Bangun Bangunan, Bandara, Waduk, Kalau Negara Tak Utuh

Jakarta – Menteri Keamanan Prabowo Subianto memberikan pembekalan terhadap calon perwira remaja atau capaja TNIPolri yang diselenggarakan ke Balai Sudirman, Ibukota Selatan, Jumat, 12 Juli 2024. 

Pesan ini disampaikan Prabowo di pidatonya yang tersebut berjudul “Perwira Kesatria Pembela Tanah Air” terhadap 906 capaja. Mereka terdiri dari 417 capaja TNI AD, 129 capaja TNI AL, 113 Capaja TNI AU, serta 247 capaja Polri. Dalam pesannya, Prabowo mengungkapkan bahwa bermetamorfosis menjadi prajurit TNI serta Polri adalah panggilan pengabdian yang mulia.

“Saya harus ingatkan bahwa profesi yang digunakan Anda pilih menuntut pengorbanan yang mana besar dan juga kerelaan yang dimaksud sebesar-besarnya yang menuntut jiwa kemudian ragamu,” kata Prabowo diambil dari pernyataan resmi tertulis, 12 Juli 2024.

Prabowo juga berpesan terhadap seluruh capaja yang mana akan dilantik yang dimaksud untuk terus-menerus membela Indonesia.

“Nasib bangsa serta rakyatmu berada di dalam pundakmu. Kau dipilih, kau diseleksi, kau digembleng untuk pada saatnya kau harus membela Tanah Airmu,” ujar Prabowo.

Presiden terpilih 2024-2029 yang disebutkan juga mengingatkan capaja mengenai tujuan nasional yang digunakan tertuang di Pembukaan UUD 1945. Menurut Prabowo, UUD 1945 sudah pernah mengungkapkan secara gamblang bahwa tujuan dia adalah melindungi segenap bangsa Indonesia.

“Baru memajukan kesejahteraan. Pertama melindungi, baru mencerdaskan, baru pendidikan. Melaksanakan ketertiban dunia. Untuk apa kita bangun gedung-gedung, bandara, kereta api, waduk kalau negara ini tidaklah utuh, tidaklah aman, serta tak terlindungi,” lanjutnya.

Prabowo juga menjelaskan mereka harus bersikap kesatria. Bersikap kesatria, ucap Prabowo, berarti mereka harus rela berkorban untuk bangsa lalu negara.

“Saya memberi suatu motivasi, suatu pengarahan bahwa merek diharapkan oleh rakyat mengabdi. Mereka harus berbuat yang dimaksud terbaik untuk membela bangsa mereka, bangsa kita. Saya kira intinya itu,” kata Prabowo, seperti dikutipkan dari Antara.

Prabowo lanjut menjelaskan ia sengaja menyoroti tema itu sebab semangat rela berkorban itu harus setiap saat tertanam pada diri mereka itu teristimewa pasca mereka nantinya dilantik dan juga merintis karier sebagai perwira ke TNI kemudian Polri.

Dalam pidatonya itu, Prabowo menyoroti sebagian persoalan yang mana mencakup tata kelola negara, visi perkembangan negara, juga pentingnya merancang institusi TNI serta Polri yang digunakan kuat untuk keberlangsungan bangsa.

Dia juga sempat menyinggung perjuangan para pahlawan selama masa kemerdekaan kemudian ketika mempertahankan kemerdekaan. Dalam paparannya itu, Prabowo juga menyelipkan cuplikan film The East (De Oost) karya Jim Taihuttu yang tersebut menceritakan kekejaman Westerling. Westerling adalah pemimpin satuan khusus militer Hindia Belanda, yang terlibat aksi pembantaian rakyat sipil ke Sulawesi Selatan pada 1946–1947.

Oleh oleh sebab itu itu, Prabowo kembali mengingatkan para calon perwira remaja bergabungnya mereka ke di institusi TNI dan juga Polri merupakan bagian dari tujuan nasional.

“Kita butuh tentara yang digunakan sangat kuat. Kita butuh kepolisian yang dimaksud sangat hebat,” kata Prabowo.

Artikel ini disadur dari Ke Calon Prajurit Remaja TNI-Polri, Prabowo: Untuk Apa Bangun Bangunan, Bandara, Waduk, Kalau Negara Tak Utuh

Related Articles

Back to top button