Kenapa setelahnya Ganti Kampas Rem Jadi Tidak Pakem?

JAKARTA – Alasan mengapa kampas rem pasca diganti justru tidaklah pakem penting dipahami. Pada dasarnya, kampas rem adalah komponen penting pada sistem pengereman kendaraan (mobil lalu motor).
Fungsi utamanya adalah untuk menciptakan ketegangan dengan piringan cakram (disc brake) atau tromol (drum brake) sehingga memperlambat atau menghentikan putaran roda.
Secara umum, kampas rem perlu diganti setiap 20.000 – 60.000 km untuk mobil dan juga 10.000 – 30.000 km untuk motor.
Tanda-tanda kampas rem harus diganti, antara lain bunyi berdecit atau bergesekan ketika pengereman. Atau, pedal rem terasa lebih tinggi pada atau kurang responsif. Begitupun jikalau ada getaran pada waktu pengereman.
Nah, bagaimana jikalau pasca ganti kampas rem, rem justru tiada pakem? Ada beberapa alasan mengapa rem mungkin saja terasa tak pakem pasca penggantian kampas rem.
1. Kampas Rem Baru Belum “Menyesuaikan Diri”: Kampas rem baru miliki permukaan yang dimaksud belum sepenuhnya rata dengan piringan cakram (disc brake) atau tromol. Proses “menyesuaikan diri” ini membutuhkan waktu lalu penggunaan. Biasanya, pasca beberapa kali pengereman, performa rem akan meningkat.
2. Permukaan Piringan Cakram atau Tromol Kotor/Berkarat: Jika piringan cakram atau tromol kotor, berkarat, atau bukan rata, kampas rem baru bukan dapat bekerja dengan efektif. Permukaan ini perlu dibersihkan atau diratakan (disc skimming) untuk mendapatkan performa pengereman yang optimal.
3. Pemasangan yang Tidak Tepat: Jika kampas rem tak dipasang dengan benar, misalnya tak terpasang dengan pas pada kaliper atau ada bagian yang tersebut tak terpasang, performa rem akan terganggu.
4. Permasalahan pada Kaliper (Disc Brake): Kaliper yang dimaksud macet atau piston kaliper yang mana tak bergerak dengan bebas dapat menyebabkan rem tiada pakem.
5. Kesulitan pada Silinder Roda (Tromol): Silinder roda yang tersebut bocor atau macet pada sistem rem tromol juga dapat menyebabkan pengereman tidaklah efektif.





